Kamis, 17 Februari 2022

Resensi Novel Timeless Love

Resensi Novel Timeless Love

 

 

 

 

 

Judul Buku : Timeless Love

Penulis : Nurmala Shahrazad

Ukuran : 18 cm

Penerbit : PT MIRZA PUSTAKA

Tahun Terbit : 2013

Jumlah Halaman : 200

ISBN : 978 - 602 - 9225 - 89 - 1

 

 

 

     Masalalu yang belum terselesaikan akan menjadi masalah kedepannya. Seperti halnya kesalahpahaman, kesalah pahaman tersebut dapat menyebabkan kerenggangan suatu hubungan. Contohnya hubungan keluarga yang tidak hanya berdampak pada kisah cinta orang tua, tetapi juga masa depan sang anak.

 

      Seperti yang tertuang kisah Malika dalam Novel Timeless Love karya Nurmala Shahrazad. Malika membenci ayahnya, ayah yang tega meninggalkan ia dan dua kakaknya yang masih kecil. Bahkan hal tersebut dilakukan ayahnya ketika mamanya mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mamanya harus menggunakan kursi roda. Namun, entah kenapa mama Malika selalu menganggap papa Malika tidak bersalah. Itu tambah membuatnya membencinya. Hingga pada suatu hari sebuah gempa menimpa rumah yang menyebabkan Malika terlempar ke masa lampau tepatnya tahun 1982 masa dimana ibu dan ayahnya belum menikah. Malika seperti diberikan kesempatan untuk mengetahui seperti apa kisah cinta mama dan papanya. Kisah sebenarnya yang membuat Malika paham dan berusaha memperbaiki yang ia bisa. Namun, disaat bersamaan ia berkenalan dengan laki-laki bernama Damar. Yang tak lain adalah sahabat panji ayahnya.

 

      Akhirnya, Lika mengetahui penyebab ayahnya meninggalkan keluarganya setelah terdampar ke masalalu. Inilah yang menjadi salah satu penyebab salah paham yang terjadi selama ini. Ia pun sadar dari komanya Malika tidak menyalahkan ayahnya lagi dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

 

      Nurmala sangat piawai dalam bercerita, ia mampu menyajikan cerita yang tak biasa. Bahkan karyanya ini menjadi Naskah Unggulan dalam lomba novel yang ia ikuti. Novel ini memiliki alur cerita yang runtut dan menarik. Penulis seakan mampu membawa pembaca untuk berimajinasi seakan masuk di dalam dunia sang tokoh utama.

 

      Akan tetapi, Novel ini memiliki desain cober kurang menarik dan pemilihan warna terlalu mencolok. Konflik yang ada dicerita juga tidak terlalu kuat. Beberapa hal kurang dieksplorasi membuat novel ini terasa mengganjal. Tapi terlepas dari itu, Novel ini seper ringan dan mudah untuk dipahami.

 

      Novel yang digarap dengan cukup baik dengan penulis ini, cocok menjadi rekomendasi untuk menjadi bacaan pembaca karena tidak hanya bertema unik. Namun juga memberi pencerahan kepada pembaca perihal kesalah pahaman yang terjadi dalam keluarga.

 

     

Sabtu, 05 Februari 2022

RESENSI NOVEL LITTE EDELWEISS

 

 SAHABAT, CINTA, DI ALAM PENDAKIAN
Resensi Novel Little Edelweiss


Berikut identitas buku yang perlu kamu ketahui:

Judul                  : Little Edelweiss

Penulis               : Nita Trismaya

Penerbit             : Moka Media

Tahun terbit       : 2014

Jumlah halaman: 162 Halaman

ISBN                  : 979-795-847-7

Genre                : Young Adult

Lebar buku        :12,7 x 19 cm

Harga buku        : Rp 42.000


SINOPSIS

Kisah cinta anak kuno memang selalu menarik untuk dituliskan. Novel little Edelweiss karya Nita Tris maya, mampu membuat pembaca lebih memahami detail bagaimana kisah anak - anak Pecinta alam. Dalam novel ini juga tak hanya berisi tentang pegunungan saja. Melainkan kisah persahabatan bahkan sampai menjerumus dalam kisah percintaan.


Walaupun novel ini berjudul little the Wes. Namun, tidak ada cerita tentang keindahan bunga Edelweiss. Karena penulis lebih fokus pada karakter tokoh dan Sukaduka anak gunung selama Pendakian. Memahami bahwa menjadi Pendaki butuh mental baja, bukan lagi sebuah kebanggaan semua yang terwarnai ego semata. Little Edelweiss adalah penjabaran dari karakter tokoh utama menjadi gadis yang lebih tahan uji di alam liar seperti gunung.


Novel ini berkisah tentang Kika, si tokoh utama yang memiliki nama lengkap Kalyca Quianna, Cewek SMA yang menyukai alam bebas. Kegiatan kita sebagai seorang remaja tidak hanya belajar namun Giat mengikuti Ekskull pecinta alam, yaitu Nara pala. Setiap Sabtu pagi bersama kakak pembimbingnya, Arka Ardan Gernada yang biasa dipanggil Arka. Arka mendapat Julu kan sebagai cowok Penakhluk gunung, ia sangat akrab bersahabat dengan alam. Baginya keindahan gunung dan alam bebas jauh lebih berharga dibandingkan dengan berlama lama nongkrong di kafe atau jalan jalan di mall. Di SMA Tirta Nusantara, Kika dan Arka adalah teman dekat se dekat gunung dengan lembah, atau salah dekat pantai dengan lautan. Namun bagi Arka, perasaannya pada Kika melebihi Sepasang sahabat. Di eskul pencinta Alam Narpala, Semua calon anggota baru harus mengikuti pelantikan anggota baru. Kegiatannya mendaki gunung Kencana, kita juga ikut serta dalam kegiatan tersebut. Bagi Kika ketika mendaki ke Gunung Kencana adalah pendakiannya yang pertama namun dalam pendakiannya kita mengalami masalah yaitu tersesat dan hampir kena hipotermia. Arka kelabakan mencari Kika dan berhasil menemukan Kika yang sedang bersembunyi di balik pohon.


Kisah Kika dan Arka masih berlanjut, datangnya sosok Dea gadis di masa lalu Arka membuat Kika kesal. Dea datang diantara hubungan Kika dan Arta semakin akrab. Kika, Arta dan Dea kini dipertemukan dalam pendakian Gunung Salak bersama Diaz, teman Arka. Banyak hal yang Kika dapat dalam perjalanan kali ini, terutama tentang perasaan apa yang sebenarnya ia rasakan pada Arka. Kisah Arka dan Kika berakhir saat Arka menghilang karena mendaki menggunakan jalur illegal. Namun Kika berhasil menemukan Arka.


Novel ini memiliki keunggulan, seperti dilihat dari segi latar yaitu alam bebas yang sanggup membuat pembaca berimajinasi dan ikut merasakan suasana yang sedang dikisaskan, ceritanya ringan, menggunakan bahasa yang enak, tidak berbelit-belit.  Pada tiap pergantian bab terdapat gambar dan ornamen yang membuat pembaca tidak merasa bosan. Namun novel ini juga memiliki beberapa kekurangan, seperti kurangnya dialog antar tokoh. Sehingga, karakter muncul lewat proses penceritaan. Pemilihan kata-kata menggunakan Bahasa serapan remaja seperti, lo, gue, membuat novel ini sepertinya dikhususkan bagi kalangan remaja saja.


Menurut kami novel ini sangat bagus dan menarik dibaca disemua kalangan bukan hanya remaja saja. Karena novel ini dapat membuat pembaca awam menjadi tahu apa saja yang dirasakan oleh para penjelajah alam itu dipuncak gunung. Pembaca juga jadi lebih mengerti bagaimana caranya untuk mengatasi hambatan saat tersesat ataupun hipotermia. Selain itu, Nita Trismaya sang penulis berhasil membawa pembaca hanyut dalam kisah-kisah di novel ini serta terbawa suasana.



Resensi Novel Timeless Love

Resensi Novel Timeless Love           Judul Buku : Timeless Love Penulis : Nurmala Shahrazad Ukuran : 18 cm Penerbit : PT MIRZA PUSTAKA Tahu...